AMINISTRASI PENGAJARAN KURIKULUM DAN GURU

Juni 24, 2008 at 3:14 am (ADMINISTRASI DAN SUPERVISI) ()

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Sebagai mahasiswa yag berada di jurusan pendidikan, harus memahami dasar-dasar administrasi pendidikan, pengajaran, kurikulum, dan guru. Sebagai bekal bagi mahasiswa dalam mengepakkan sayapnya setelah lulus dari kuliyah nanti, sehingga sasran pokok dalam makalah yang kami susun adalah administrasi pengajaran, kurikulum, dan guru. Ini menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan fungsi, tujuan dan prinsip-prinsip administrasinya yaitu administrasi guru, administrasi peserta didik, administrasi kurikulum.

Dalam memahami administrasi pendidikan, paling tidak kita harus mengetahui secara detail seluk-beluk pengeloaan administrasi di sekolah-sekolah. Walaupun itu hanya gambarannya saja maupun data yang akurat, yang ditemuan dalam suatu referensi. Hal ini akan memberikan suatu informasi yang sangat penting bagi mahasiswa dalam memahami administrasi.

B. Rumusan Masalah

Dalam menyusun makalah ini kami merumuskan permasalahan yang kami anggap penting da berhubungan dengan judul, yaitu :

1. Tugas, peran , dan kompetensi guru,

2. Administrasi peserta didik,

3. Administrasi kurikulum.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Tugas, peran , dan kompetensi guru

1.1 Tugas guru

Guru merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih[1].Selain itu guru juga harus menanamkan dasar-dasar dan prinsip-prinsip moral-etika pada peserta didik dengan cara nasehat dan bimbingan ataupun melalui tingkahlaku keseharian guru, yang secara otomatis, para peserta didik mengamati dan meniru tindak-tanduk guru, baik cara mereka bicara, berjalan, berpakaian dan sebagainya.

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan disekolah harus dapat menjadilkan dirinya sebgai orang kedua,ia harus mampu menarik simpati sehingga menjadi idola para siswanya. Bila penampilan seorang guru sudah tidak menarik, maka kegagalan pertama adalah ia tidak aan dapat menanamkan benir pengajarannya itu kepada siswa.[2]

Guru sebagai orang tua kedua dalam lingkup pendidikan sekolah harus mampu mengarahkan dan menata tingkah laku mereka. Guru juga harus tampak fit dan segar bila meghadapai siswa, jadi guru harus mampu menempatkan suasana wajah, artinya bila ada permasalahan pribadi, jangan dibwa dan menampakkan wajah suram, sehingga siswa terkena mbasnya.

Seorang guru harus mampu mengupayakan jalinan komunikasi yang harmonis agar suatu aktivitas/proses pengajaranitu akan berjalan dengan baik.[3]Terbinanya komonikasi yang baik antar guru dan siswa dengan baik, didalam dan diluar kelas akan menambah suasana suatu lembaga tampak asri dan ramah tamah, dan hal ini dapat meningkatkan penilaian yang baik terhadap lembaga oleh masyarakat sekitar.

Guru tidak hanya diperlukan oleh para murid diruang kelas, tetapi juga diperlikan oleh masyrakat lingkungan dalam menyelesaikan aneka ragam permasalahan yang dihadapi masyarakat. Masyarakat mendudukkan guru pada tempat terhormat yakni memberi dorongan (Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, Tutwuri handayani).

Secara singkat tugas guru dapat digambarkan melalui bagan berikut :

Autoidentivikasi

Autoidentivikasi

TUGAS GURU

PROFESI

KEMANUSIAAN

MENDIDIK

MENGAJAR

Mengembangkan dan meneruskan ilmu pngthn

Mengembangkan ketrampilan dan pnerapannya

MELATIH

Meneruskan dan mengembangkan nilai2 hidup

Menjadi orang tua kedua

Transformasi diri

Auto-Pengertian

:Homoludens,Homo peber,Homo sapiens

Autoidentivikasi

Mendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga Negara Indonesia yang bermoral pancasila

KEMASYARAKATAN

Mencerdasan bangsa Indonesia

Autoidentivikasi

Autoidentivikasi

1.2 Peran Guru dalam proses Belajar dan Mengajar

Peran dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan olehAdam dan Decey dalam Basic principel of student teaching, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatu lingkungan, partisipasi, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator dan konelor. Dan peranan yang dianggap paling dominant dapat diklasifikasikan adalah guru sebagai demonstrator, guru sebagai pengelola kelas, guru sebagai mediator dan fasilitator, guru sebagai evaluator.

1.3 Peran Guru Dalam Pengadministrasian

Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai berikut ;

a. Pengambilan inisiatif, pengarah, dan penilaian kegiatan-kegiatan pendidikan.

b. Wakil masyarakat, yang berarti dalam lingkungan sekolah guru menjadi anggota suatu masyarakat.

c. Orang yang ahli dalam mata pencaharian.

d. Penegak disipplin, guru harus menjaga agar tercapai suatu disipplin.

e. Pelaksanan administrasi pendidikan, disamping menjadi pengajar, gurupun beranggungjawab akan kelancaran jalannya pendidikan dan ia harus mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan administrasi,

f. Pemimpin generasi muda, masa depan generasi muda terletak ditangan guru,

g. Penerjemah kepada masyarakat, artiya guru beerperan untuk menyampaikan segala perkembangan kemajuan dunia sekitar kepada masyarakat, khususnya masalah-masalah pendidikan.

1.4 Peran guru secara pribadi

Dilihat dari segi dirinya sendiri, seorang guru harus berperan sebagai berikut ;

a. Petugas social, yaitu seorang yang harus membantu untuk kepentingan masyarakat.

b. Pelajar dan ilmuan, yaitu guru terus menerus menuntut ilmu.

c. Orang tua, yaitu guru berperan sebagai orang tua bagi siswa-siswanya,

d. Pencari teladan, yaitu guru menjadi ukuran bagi norma-norma tingkah laku.

e. Pencari keamanan, yaituguru menjadi tempat berlindung bagi siswa-siswa untuk memperoleh rasa aman dan puas didalamnya.

1.5 Peran Guru secara Psikologis

Peran guru secara psikkologis, guru dipandang sebagai berikut ;

a. Ahli psikologi pendidikan,

b. Seniman dalam hubungan antar manusia,

c. Pembentuk kelompok sebagai jalan atau alat dalam pendidikan,

d. Catalytic agent, yaitu orang yang mempujyai pengaruh dalam menimbulkan pembaharuan

e. Petugas kesehatan mental yang bertanggungjawab terhadap pembinaan kesehatan mental siswa.

1.6 Kompetensi Profesinalisme Guru

Menurut kamus umum bahasa Indonesia (WJS.Purwadarminta) kompetensi berarti (kewenangan) kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal. Pengertian dasar kompetensi yakni kemampuan atau kecakapa.

Kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Keadaan berwenang atau memenuhi syarat menuntut ketentuan hokum.

Dengan gambaran pengertian tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan dan kewenanagn guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Selanjutnya beralih pada istilah “professional” yang berarti pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang husus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain .

2. Administrasi peserta Didik

Administrasi peserta didik (siswa) adalah seluruh proses kwgiatan yang direncanakandan diusahakansecara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikn yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar (PBM) secara efektif dan efisien, demi tercapainya tujuan, pendidikan yang telah ditetapkan.

Administrasi peserta didik menunjuk pada kegiatan-kegiatan di luar kelas dan di dalam kelas. Kegiatan-kegiatan di luar kelas meliputi ;

  1. Penerimaan peserta didik baru,
  2. Pencatatan peserta didik baru dalm buku induk dan buku klapper,
  3. Pembagian seragam sekolah beserta perlengkapannya, seragam praktikum, seragam pramuka dengan tata-tertib penggunaanya,
  4. Pembagian kartu anggota OSIS, beserta tata-tertib sekolah yang harus dipatuhi (termasu sangsi dan pelanggarannya),
  5. Pembinaan pezerta didik, dan pembinaan kesejahteraanpeserta didik.

Kegiatan-kegiatan di dalam kelas meliputi ;

  1. Pengelolaan kelas (menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadiya PBM,
  2. Interaksi belajar mengajar yang positif,
  3. Perhatian guru terhadap dinamika kelompok belajar,
  4. Pemberian pengajaran remedial,
  5. Pelaksanaan resensi secara kontinu,
  6. Perhatian terhadap pelaksanaan tata-tertib kelas,
  7. Pelaksanaan jadwal pelajaran secara tertib,
  8. pembentukan pengurus kelas,
  9. Penyediaan alat/media belajar sesuai kebutuhan belajar.
  10. Penyediaan alat bahan penunjang belajar lainnya..

2.1 Pembinaan peserta didik

Maksud pembinaan peserta didik adalah mengusahakan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia seutuhnya sesuai tujuan pendidikan nasional berdasrkan pancasila. Tujua pembinaan peserta didik adalah meningkatkan peran serta dan inisiatifnya untuk menjaga dan membina sekolah sebagai wiyata mandala, sehingga terhindar dari usaha pengaruh yang bertentangan derngan kebudayaan nasonal, menumbuhkan daya tangkal terhadap pengaruh negative yang dating dari luar lingkunga sekolah ; memantapkan kegiatan kurikuker dan ekstra kurikuler dalam menunjanfg pencapaian kurikulumm ; meningkatkan apresiasi dan penghayatan seni; menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara.meneruskan dan mengembangkan jiwa,semangat serta nilai-nilai 1945; serta meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani serta rekreasi dalam wadah organisasi siswa intra sekolah (OSIS).

2.2 Menangkal Kenakalan Anak/Remaja

Kenakalan anak(Juvenile Deliquenci) sebagai perbuatan anti social atau perbuatan penyelewengan/pelanggaran terhadap norma masyarakat yang dilakukan oleh anak/remaja tak pernah luput dari perhatian kita. Hal tersebut harus ditangkal dan di tanggulangi dengan kebijakan-kebijakan pendidikan khususnya serta kebijakan-kebijakan lain pada umumnya secara menyeluruh dan terpadu.

Kebijakan-kebijakan yang dapat diambil untuk menangkal dan menanggulangi kenakalan-kenakalan anak dapat dilakukan melalui Tri Pusat Pendidikan, yaitu dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah atau pendidikan formal, dandilingungan social atau masyarakat.[4]

3. Administrasi kurikulum.

Administrasi kurikulum merupakan seluruh proses kegiatan yuang direncanakan dan diusahan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap situasi belajar mengajar secara efektif dan efisien demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sebagaimana telah diutarakan didepan, bahwa sesungguhnya dalam pengelolaan/manajemen pendidikan focus dari segala usahanya adalah terletak pada PBM.

Secara oprasional kegiatan administrasi/manajemant kurikulum itu dapat meliputi tiga kegiatan pokok yaitu kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru, peserta didik, dan seluruh sivitas akademika atau warga sekolah/lembaga pendidikan.

3.1 Kegiatan yang berhubugan dengan tugas guru/Pengajar, yaitu ;

a. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru,

b. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran,

c. Tugas guru dalam kegiatan PBM.

3.2 Kegiatan yang berhubungan dengan tugas peserta didik/siswa

Kegiatan-kegiatan peserta didik demi suksesnya PBM tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah secara paedagogis beserta jadwal tes/uolangan/ujian, dan jadwal kegitan belajar yang diatur sendiri oleh siswa dalam strategi mensukseskan hasil studinya. Seorang pelajar/mahasiswa yang studi aktif dan kreatif biasa menyusun jadwal untuk waktu-waktu belajar, rekreasi/releks, tugas social, membaca Koran, dan sebagainya.

3.3 Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sivitas akademik

Kegiatan ini merupakan pedoman sinkronisasi segala kegiatan sekolah, yang kurikuler, ekstra kurikuler, akademik/non akademik, hari-hari kerja, libur, karya wisata, hari-hari besar, nasional/agama dan sebagainya.

3.4 Kegiatan- Kegiatan penunjang PBM

Disamping ketiga kegiatan pokok tersebut diatas tersebut, nampaknya masih perlu diketengahkan kegiatan-kegiatan penunjang PBM untuk dibahas,yaitu Bimbigan-penyuluhan (BP) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),dan perpustakaan.Dalam upaya meningkatkan suksesnya kesehatan non-fisik,factor kesehatan fisik,dan factor kelengkapan bahan bacaan.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Guru merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih.

Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai pengambilan inisiatif, pengarah, dan penilaian kegiatan-kegiatan pendidikan.

Administrasi peserta didik (siswa) adalah seluruh proses kwgiatan yang direncanakandan diusahakansecara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikn yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar (PBM) secara efektif dan efisien, demi tercapainya tujuan, pendidikan yang telah ditetapkan.

Administrasi kurikulum merupakan seluruh proses kegiatan yuang direncanakan dan diusahan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap situasi belajar mengajar secara efektif dan efisien demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sebagaimana telah diutarakan didepan, bahwa sesungguhnya dalam pengelolaan/manajemen pendidikan focus dari segala usahanya adalah terletak pada PBM.

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan Ary H, 1996, Administrasi Sekolah (Administrasi Pendidikan Makro),Jakarta: Rineka Cipta.

Purwanto Ngalim,2007, Administrasi dan supervise pendidian, Jakarta: Remaja Rosdakarya.

Rohani Ahmad, 2004, Pengelolaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta.

Usman Uzer, 2006, Menjadi Guru Profesional,Bandung: Remaja Rosdakarya

Mudjahid Ak,Dkk,Kepemimpinan Madrasah Mandiri, Jakarta : Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, 2002


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: